Jika Anda menderita diabetes, tentu perlu tahu apa saja yang baik untuk dimakan dan apa saja pantangannya. Anda juga perlu tahu gaya hidup seperti apa yang harus dijalani. Karena dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup yang benar, Anda akan bisa mengendalikan penyakit ini atau bahkan jika beruntung dan tidak terlambat, Anda bisa sembuh total.

Berikut pola makan dan gaya hidup yang baik untuk penderita diabetes versi medis holistik:

 

1. Batasi Karbohidrat, Perbanyak Sayur Mayur

Ini termasuk kentang goreng, sedikit nasi putih, roti, susu sapi merek apapun, dan buah-buahan manis yang dianjurkan oleh dokter konvensional. Ganti makanan yang kaya akan karbohidrat dengan banyak sayur dan buah-buahan tidak manis, serta daging.

Nasi putih bisa Anda ganti dengan SEDIKIT (kurang lebih seukuran cangkir) beras merah, beras coklat, atau beras khusus diabetes. Semuanya bisa Anda dapatkan di supermarket besar terdekat di kota Anda. Pengganti nasi beras putih lainnya adalah bubur kacang hijau, bubur ubi, atau bubur wortel, ditambah dengan banyak sayur, terlebih brokoli, bayam, dan pare yang sangat baik untuk pasien diabetes.

Anda bisa membuat variasi cap cay di sini. Untuk membuat kue sendiri, Anda juga bisa memakai tepung beras merah, tepung kacang hijau, tepung almond atau tepung lainnya khusus pegiat diet ketogenik. Hindari segala jenis mie dan bihun instant.

Hindari juga susu sapi karena selain protein, susu sapi juga mengandung cukup banyak karbohidrat yang bisa cepat menaikkan glukosa darah. Anda bisa mengganti susu sapi dengan susu almond atau susu santan kelapa.

Untuk buah-buahan, hindari buah yang manis. Pepaya, mangga, pisang, dan lainnya adalah buah yang manis jika matang. Jika Anda ingin mengonsumsinya, carilah yang setengah matang.

Pemanis yang bisa dikonsumsi untuk penderita diabetes adalah pemanis dari daun stevia, madu asli, gula aren, dan gula batu. Hindari aspartame atau pemanis buatan yang sering dianjurkan oleh dokter konvensional, karena pemanis buatan tidak baik untuk sistem syaraf Anda.

PERHATIAN! Oleh karena pasien sudah terbiasa mengkonsumsi banyak karbohidrat, seperti nasi, roti, mie, dan manis-manis, pasien akan mengalami rasa lapar dan lemas selama rata-rata 3 hari menjalani pola makan ini. Hal ini masih normal karena gejala tersebut merupakan reaksi tubuh yang masih “kecanduan” dengan pola makan lama. Setelah lewat 3 hari atau lebih, tubuh pasien akan mulai terbiasa dengan pola makan baru sehingga gejala lapar dan lemas akan hilang. Dan setelah itu, pasien justru akan merasakan kesegaran yang lebih besar dibandingkan biasanya oleh karena diet ini mencukupi kebutuhan nutrisi dan kalori yang diperlukan.

 

2. Hindari Kopi, Junk Food, dan Soft Drink

Mengkonsumsi ketiga hal ini akan memperparah kondisi pasien diabetes. Hanya dengan makan junk food 2 kali dalam seminggu, ini menaikkan resiko Anda akan diabetes.

Zat gizi utama soft drink, kalau boleh disebut zat gizi, adalah gula. Tingkat kalori gula pada soft drink reguler (bukan diet) dengan volume 300 ml setara dengan 7 sendok makan gula!

Sedangkan untuk kopi, kafein memang membantu mengurangi resiko terkena diabetes. Tapi bagi yang SUDAH TERKENA diabetes, mengkonsumsi kopi yang banyak kafeinnya justru akan membuat tubuh pasien susah mengendalikan kadar gula darahnya.

Sedangkan untuk teh dan cokelat hitam (tanpa gula) masih bisa ditolerir karena kandungan kafeinnya tidak sebanyak kopi.

 

3. Berolahraga dengan Intensitas yang Sesuai

Olahraga akan meningkatkan sensitivitas reseptor insulin pasien, sehingga insulin yang ada bisa berfungsi lebih efektif dan tubuh tidak perlu memproduksi insulin terlalu banyak.

Pasien harus selalu berolahraga sesuai dengan kondisi kesehatannya atau sesuai dengan keadaan yang memungkinkan. Untuk berolahraga ini tidak harus yang berat, tapi yang penting adalah banyak gerak dan berkeringat. Contoh olahraga yang bisa dilakukan adalah jalan kaki minimal 30 menit sehari.

Tapi bagi pasien yang sudah terlalu lemah, berolah raga bisa ditunda sampai kondisi pasien kuat untuk melakukan olahraga.

 

4. Hindari Stress

Stress memperlemah daya tahan tubuh dan menghambat proses kesembuhan. Jangan terlalu khawatir akan banyak hal. Tetap lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, sisanya serahkanlah kepada Tuhan. Stress adalah tanda Anda kurang beriman bahwa Tuhan bersedia dan bisa menolong Anda.

 

5. Cukupi Kebutuhan akan Tidur dan Istirahat

Seringkali, tidur yang kurang seperti di bawah 6 jam, atau bahkan kebanyakan tidur seperti di atas 8 jam tiap malamnya, bisa meningkatkan resiko Anda terkena diabetes.

Setelah menyelidiki lebih dari 70.000 wanita tanpa diabetes selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur lima jam atau kurang tiap malam lebih cenderung memiliki gejala-gejala diabetes dibandingkan wanita yang tidur tujuh atau delapan jam tiap malamnya. Disamping itu, wanita yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malamnya cenderung memiliki gejala-gejala diabetes lebih besar 35%.

Banyak hormon-hormon dalam tubuh kita diproduksi pada saat kita tidur di malam hari. Jadi, jika kita kurang tidur, banyak hormon yang akan berkurang dan inilah yang meningkatkan resiko diabetes.

 

6. Konsumsi Suplemen/Herbal yang Tepat

Untuk mengatasi atau mengendalikan diabetes, jangan hanya mengandalkan pola makan dan olahraga saja. Gunakanlah suplemen/herbal tertentu karena ada banyak pasien yang bukan hanya diabetesnya terkendali tapi juga beruntung bisa sembuh total.

Contoh suplemen untuk penderita diabetes dan aman tanpa efek samping untuk dikonsumsi jangka panjang adalah VCO, ekstrak teripang, minyak ikan, minyak krill, dan cuka apel.

Apalagi jika ada komplikasi seperti gagal ginjal, sakit jantung, asam urat, luka gangren, dll, Anda wajib konsumsi suplemen-suplemen atau herbal.

Contoh penggunaan salah satu suplemen VCO super yang bisa mengatasi diabetes bisa Anda lihat di artikel-artikel ini:

Tapi pastikan VCOnya tidak tengik, asli, organik, bukan proses pemanasan, dan bukan oplosan ya supaya terapi Anda tidak sia-sia. Jika Anda ragu dengan kualitas di luar sana, Anda bisa memesannya DI SINI.

Metode holistik lainnya untuk mengobati diabetes bahkan yang sangat parah (komplikasi dan ada gangrennya yang perlu diamputasi) bisa Anda lihat dengan cara klik judul-judul artikel di bawah ini:

Metode-metode medis holistik di atas memang dalam beberapa kasus bisa menyembuhkan total pasien diabetes dan sebagian lagi sembuh terkendali (tidak permanen, terapi harus rutin diterapkan seumur hidup).

Untuk pasien yang sembuh terkendali, setidaknya metode ini lebih aman diterapkan seumur hidup karena aman tanpa efek samping dibandingkan metode konvensional.

Dt Awan (Andreas Hermawan)

Viralkan supaya bermanfaat bagi orang lain!

©2020 Mazanta.com all rights reserved.

Mulai chat
1
Klik untuk chat via WA
Hai, silahkan klik untuk chat via WA :)

Log in dengan kredensial anda

atau    

Lupa rincian anda?

Buat Akun